Sampai Jumpa, ROXIE-KU!
Aku terbiasa menamai barang-barang kesayanganku. Sebut saja, yang kugunakan sebagai sohib semasa kuliah kunamai Rozie, karena warnanya yang pink seperti mawar; rosie. Motor baruku yang beberapa bulan lalu jadi kawanku kemana-mana juga kuberi nama; Sera. Sebab aku berharap sebagaimana seraphine, ia mampu membuat hari-hariku menyala membara, sebagaimana silver, jika kuartikan secara harfiah.
![]() |
| Semoga ketemu lagi, yaaa! Hihi |
Begitupun dengan handphone baruku, yang baru saja kubeli dengan segala hasil jerih payahku november lalu. Kunamai ia Roxie, biar jadi karib dengan laptopku ini. Malangnya, saat aku menulis ini... Roxie raib entah kemana. Membuat kepalaku serasa ingin pecah, dan hatiku semakin banyak risaunya. Sebab, siapa sih yang sudi kehilangan apa yang sudah susah payah diraihnya(?). Maka biarlah pada catatan ini kuceritakan kau tentang sahabatku bernama Roxie, yang susah payah kuusahakan untuk bisa bersama dengannya. Juga untuk mengingat-ingat kembali tentang segala juang yang kuusahakan buatnya.
Entah sejak kapan, aku jadi penggila merek dagang buah apel tergigit itu. Ingin rasanya aku memilikinya sesegera mungkin. But you guys all know, how pricey they are. Maka kuurung-urung saja semuanya sampai kurasai uangku benar-benar longgar untuk bisa memilikinya dengan jerih payah sendiri. Karena papa-mamaku anti sekali segala yang berbau mewah-mewahan. Then, aku mulai menyicil menabung untuk bisa memilikinya. Uang beasiswaku, uang-uang lebihku, dan uang-uang lainnya.
Saat seri 10 keluar, aku semakin menggilainya. Dan itu jadi seri favoritku. 2018, aku ingin sekali punya , tapi uangku masih sebiji jagung dengan harga fantastis itu. Tapi aku memang bertekad untuk beli seri ini suatu hari nanti pada akhirnya. Then I got what I want at 2021.
Setelah memohon pada Ibu biar uangku kupake beli itu saja sebelum wisuda. Dan alhamdulillah. That happened more than what i expected. I finally buy what I want by my own money. It indescriptible. Menemani wisuda, dan sederet perjalanan ke depan, yah meskipun ga baru sih, tapi sudah lebih dari cukup. Alhamdulillah
Tapi hari ini, Roxieku hilang entah kemana. Sejak pagi kukira cuma ketinggalan di rumah, tapi nyatanya sampai menulis ini pun masih tidak ketemu. How pity I am. Belum cukup setahun bersama Roxie, huhu. Sebenarnya perasaanku biasa saja kehilangannya, tapi Mamaku yang seperti kehilangan harapan(?)
Tidak berhenti dia bilang tentang bagaimana aku begitu berusaha untuk mendapatkannya. Ndapapa, Buk. Cukup Indah yang rasa bagaimana capek dan susahnya untuk punya sendiri. Mungkin Allah cuma mau kasih rasa sampai situ, sampai lupa nikmat yang lain(?).
Aku sebenarnya biasa-biasa saja kehilangannya. Toh aku yang teledor lupa menyimpannya di mana, entah tercecer di sela-sela sudut rumah, atau jatuh saat dalam jalan menuju kantor. Apapun, semuanya kembali ke tidak-perhatiannya aku dalam membersamai Roxieku.
Bagaimanapun, terima kasih sudah membersamai Roxie!
Menyenangkan sekali bisa bersama!
Kalau jodoh, pasti kita ketemu lagi! atau kalau tidak, semoga aku bisa beli lagi saudaramu yang warna emping ituu! hihi.
SAYA BANYAK BELAJAR, SOBAT!


Tidak ada komentar: