Pertarungan Seperempat-Abad~

April 27, 2024


Source : Google



"Buuk. sewaktu umurmu sepertiku, apa cita-cita yang ingin kau-capai?"

Kurang lebih, begitu akhir-akhir ini pertanyaanku banyak menyita waktuku bersama Ibuk. Untuk membandingkan bagaimana progres masa muda milik Ibuk dan aku. Padahal..., tidak semestinya demikian, karena,  yaa.. everyone has their own time.

Di persimpangan menghabiskan masa remaja, aku banyak merefleksi terkait apa-apa yang sudah lewat untuk kembali meluruskan apa yang kuinginkan betul dalam hidup.

"Benarkah begini?"
"Benarkah keputusanku tepat?"
"Impulsifkah keputusan ini?"

Dan banyaaak sekali pertanyaan lain yang memperparah overthinking ini. Kukira, aku sudah akan berhenti dan tidak akan menghadapi yang namanya quarter-life-crisis di usia dua-lima.. sebab kurasa aku sudah merasakannya sejak 2021 silam. Nyatanya? Rasanya masih ada sampai sekarang, dan semakin menjadi.

Katanya, yaa.. kalau berdasar pada klasifikasi umur yang digolongkan pada intensitas kerutan dan citra wajah yang nampak, dua-lima masih digolongkan sebagai remaja. Yap, penghujung remaja. Entahlah, fakta tersebut rasanya sedikit menghibur karena belum dikategorikan sebagai dewasa. Artinya, dengan usia belum berkategori dewasa, beban pundak juga rasanya tidak seberat yang dimaksudkan ketika penggolongannya berbeda. Tapi mengapa pada penilaian umum, justru tersemat bahwa tuntutan yang dimiliki dua-lima begitu besar sehingga layak dikategorikan dewasa?

Sejujurnya, daru dua-empat menuju dua-lima, aku banyak sekali meragukan diriku. Mulai dari keputusan-keputusan impulsif (yang sejauh ini masih terasa), atau bahkan hingga meragukan kemampuan diri. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, entah siapa yang dengan terang-terangan merenggut kepercayaan diriku.

Artikel seputar; langkah-menjadi-dewasa, cara-mengatur-finansial, hal-yang-harus-kamu-lakukan-saat-dewasa, atau bahkan sekadar cara-menumbuhkan-percaya-diri.. menjadi nomor satu dalam pencarianku.
Seberat itukah menjadi dewasa, Allah? Atau, aku yang menaruh ekspektasi berlebihan pada apa-apa yang kuharapkan di usia dua-lima ini?

Berat sekali rasanya dua-empat berlalu, dan jujur.. mengawal dua-lima ternyata semakin berat rasanya. Tapi barangkali ini hanya aku dengan segala ekspektasiku atas usia yang semakin matang, namun diri yang justru berkurang segala.

Allah, barangkali sering keputus-asaan hinggap dalam perjalananku di persimpangan usia belia menuju dewasa ini. Tapi kumohon, kuatkan hatiku atasMu. Untuk segala mimpi-mimpi yang masih bersedekap di dada, untuk semua ingin dan angan yang sementara kuperjuangkan. Dan, atas umur orang tuaku yang tidak lagi muda, izinkan aku kembali menyusun kepingannya, agar indah orang tuaku melihat bungsunya bertumbuh dan tenang mereka melepasku mengarungi masa dewasa.

Catatan:
Diselesaikan di kamar kecilku yang warnanya pink menyala, dengan penuh kehati-hatian agar tidak merusak skincare karena air mata. Selamat merayakan pertambah--tumbuhan usia! Meskipun perayaanmu kecil dan sedikit, tapi aku merayakanmu sekunci-kunci dunia, sebab kau yang paling kucinta sejagad-raya! <3 SELAMAT BERTARUNG MENAKLUK SEPEREMPAT ABAD!!!

                                                                                                            Dua-Puluh-Lima-Tahun,
                                                                                                            10 Syawal 1445 H
                                                                                                            19 April 2024 M.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.