Lebih Dekat dengan Tiga Puluh
Enam tahun berlalu, sejak pertama kalinya aku berbangga menginjak dua puluh, menggenapi usia-usia awal di kepala dua. Enam tahun -sebuah perjalanan yang kutempuh dengan sejuta perasaan, tidak hanya kurajut dengan sumbangsih kasih, juga bersama air mata pilu membiru. Kujahit sedikit demi sedikit kemana diri ini akan melangkah, melabuhkan segala cita, cinta dan cerita. Beragam rupa, aneka nestapa, dan juga satu, dua, yang mengajak berlabuh hingga beberapa.
Enam tahun, rasanya baru kemarin kebanggaan ini bersemayam. Pertama kalinya menua dengan usia lewat belasan. Pertama kalinya hidup sebagai perempuan di early twenties. Pertama kalinya tumbuh menginjak kaki sebagai yang ((sudah diakui)) dewasa. Ah, tapi hidup memang selalu tentang pertama kalinya. Karena tentu ini juga akan menjadi refleksi pertama kaliku di blog dengan usia yang enam tahun lebih tua.
Enam tahun ini, aku belajar banyak sekali. Tentang memulai kembali yang sempat terkubur. Tentang menolak segala tawaran demi hal-hal yang kucinta. Tentang pengorbanan, tentang bertumbuh, atau tentang rumah yang barangkali tidak sebatas pada hal-hal berupa bangunan. Meski mudah sekali berpindah, tapi ternyata diri sendiri-lah yang harus disebut sebaik-baik rumah, atau sebagaimana tulisan-tulisan lamaku, barangkali nanti.. akan kutemukan rumah padamu; the Man of my life di suatu hari nanti pada akhirnya.
Perjalanan enam tahun ini, juga mengajarku bahwa memang benar... tumbuh mengharuskan kita melepaskan banyak hal lainnya. Dan sudah seperti itu hukum alam yang berlaku.
Bahkan beberapa waktu terakhir.., aku merefleksi banyak hal tentang segala ke-aku-anku. Tentang impian-impianku. Tentang keinginan-keinginanku. Tentang cinta-cintaku. Hingga aku sampai pada banyak pertanyaan...
"Benarkah mimpi-mimpiku masih sebercahaya itu di dalam hatiku? Ataukah, hanya bualan yang kugenggam mengatasnamakan impian? Sedang aku tidak sama sekali bersusah menjadikannya nyata?"
Atau barangkali, impianku mati tergerus segala yang muncul di buaian keinginan.
Atau bisa saja... akulah yang terlalu flowy, hingga lupa bahwa yang kudapatkan hari ini justru mampu meredam seluruh impian di hati yang tidak kokoh sebagai fondasi.
"Atau, memang benarkah begini adanya Allah telah mengatur?"
Teman-teman semasaku -dengan ambisi yang sama, telah menggenggam masing-masing keinginannya. Bahkan telah berlabuh di perjalanan cintanya masing-masing.
Mereka tumbuh. Mereka Hidup. Mereka bahkan Berganda.
Sedang aku? Masih di sini dengan pertarungan yang semakin sengit saat ternyata aku sadar bahwa kini aku lebih dekat dengan Tiga Puluh. Ternyata.. Kepala Tiga akan mendekat satu kedip di depan pandangan. Aku akan jauh meninggalkan dua puluh, tanpa terasa.
"Apakah aku tertinggal? Atau memang aku yang menutup telinga dari ciutan yang bersaut?"
Hingga satu postingan menyadarkanku, bahwa Dua-Enam tidak begitu menyedihkan. Tidak salah saat baru ingin mengubah haluan karir di dua-enam ini. Jalan masih panjang, dan pembelajaran tidak berhenti hanya karena kamu sampai di usia dua-enam. Masih banyak pelukan dan cinta yang akan kamu terima, masih ada future-man yang menunggu di ujung sana, dan masih banyak hangat yang akan membungkus hatimu menikmati dua-enam -meski nampaknya perjalanannya akan gegas menuju Tiga Puluh. Tapi percayalah~
Mungkin, akan semakin menggila kamu menuju gemintang.
Mungkin, air matamu juga kian berderai saat berlomba dengan usia yang tersayang.
Bahkan mungkin, sabarmu dipertaruhkan saat tak jua bergandeng sepasang.
Tapi tidak akan pernah kamu kalah dengan usia, sayang. Tidak akan. Sebab usiamu hidup. Dan hidup adalah tentan akumulasi pertambah-tumbuhan.
Maka tidak salah ketika kamu merasa tertinggal saat usiamu sudah jauh melewati dua puluh, bahkan lebih dekat dengan tiga puluh. Karena usiamu, bukan ukuran kearifan-tumbuhmu. Cukup kamu bertahan, kamu belajar dan merawat segala yang kamu syukuri sebagai persembahan untuk dirimu yang paling kamu cinta, sekarang hingga nanti.
Sebab, meski lebih dekat dengan tiga puluh, cahayamu tidak boleh padam diredam malam.
Alhamdulillahi bini'matihi tatimmus shaalihaat. Alhamdulillahi 'alaa kulli haaliin.
Selamat memaknai bahwa usia hanyalah pertambah-tumbuhan hidup. Dan kamu terus hidup dengannya.
Makassar, 19 Mei 2025/ 21 Zulkaidah 1446 H
![]() |
| Berburu Promo dengan KTP merayakan Dua-Enam♡ |


Tidak ada komentar: