Seperti Otomatis, bersama cinta yang egois, teriring cinta yang penuh maaf~
Masih di seputar pertarungan Seperempat Abad~
Kalau kamu bertanya, apa cita-cita terbesarku, saat ini?
Aku dengan lantang akan menjawab, aku ingin dicintai secara ugal-ugalan. Baragkali usia dua-lima memang sudah seperti itu seharusnya. Di samping society membentuk mindset bahwa dua-lima sebaiknya sudah bersepasang, tidak menutup mata, aku juga ingin dicintai, secara egois.
Aku ingin punya seseorang yang mencintaiku, ya, hanya aku.
Yang cuma padaku untuk pulang, dan padanya kutumpahkan segala.
Sungguh egois.
Tapi, bila suatu hari nanti.. kamu datang kepadaku menawarkan banyak sekali bahagia. Aku sadar, bahwa akan banyak air mata juga, jatuh, patah, bahkan tidak sedikit luka, yang pasti akan kuterima juga.
Meski dalam kamus romansa cinta tidak kutemukan hal-hal seperti itu, tapi tidak dalam rumah tangga, pasti akan dilewati juga.
Sebab, perempuan adalah makhluk paling egois dalam mencinta. Ingin jadi satu-satunya, meski berlelehan juga air mata dalam menjemputnya.
Tapi seperti otomatis, bersama cintanya yang egois, teriring juga cinta yang penuh maaf.
![]() |
| Source : Google |


Tidak ada komentar: