Dear Sakinah~

Mei 24, 2018
Untuk Adikku, Awalia Nur Sakinah. (sulit sekali kutemukan foto berdua kita), so untuk adik sakinah yang berbaju bodo biru.xD


Halo Sakinah.
Saat ini, sepertinya kamu sedang berusaha menutup rapat - rapat bahkan menyembunyikan dalam - dalam setiap sedih yang sedang berkecamuk dalam pikiranmu, murka untuk kamu keluarkan.
Halo Sakinah.
Saat ini, sepertinya keakraban yang dulu kita miliki pelan - pelan dileburkan waktu. Semakin tipis setiap harinya. Iya kan?. Tapii, semoga kamu masih menyimpan baik - baik kenangan yang sudah kita warnai bersama *eaaa.
Halo Sakinah.
Bagaimana kabarmu? Harusnya ini kutanyakan di baris pertama. Tapi kak Ame'mu ini hanya mengira - ngira dan sok tahu tentang apa yang terjadi padamu. Semoga besok - besok sifat kak Ame' yang seperti ini bisa semakin berkurang yhaa. Hehe.
Ohiya, Sakinah....
Tulisan ini, selalu aku lupa terbitkan. Jauhh dulu, duluuuu sekali. Jauh sebelum 2018 masuk. Jauh sebelum itu, ini sudah selalu ingin kuterbitkan, tapi lupa. Hehe.
Bagaimana harimu dek? Maaf baru sempat benar - benar menanyaimu pada saat yang ini. Bukan saat - saat yang dulu dimana kau benar - benar membutuhkan pelukan hangat dan sandaran untuk menumpahkan semuanya. Bukan saat - saat kau berurai air mata karena rasa kehilangan.
Sungguh, saya -sebagai kakak yang selalu kau nantikan kedatangannya di ummul mukmimin *cieGR- meminta maaf semaaf maafnya.
Ohiya dek, harimu disini tidak lama lagi. Semangat. Kelak, tempat ini akan kau rindukan selalu. Tempat kita diperkenalkan sebagai saudara.
Tulisanku tidak bagus, tidak rapih, tapi ini tulus. Semoga kau bisa memahaminya yaa *alay.
Belum selesai sampai disitu...
Kalau kau merasa sedih dek, jangan sungkan. Telingaku masih selalu siap untuk mendengarmu. Walau tidak bisa memberi solusi terbaik, tapi setidaknya menjadi pendengar kadang adalah hal terbaik, sebab tidak semua orang bisa menjadi pendengar. Kebanyakan orang hanya ingin didengar, tanpa pernah mau mendengar. Maka dari itu, ceritalah. Biar ceritamu kusimpan, kututup rapat, hingga jika tua nanti, akan kukenang ceritamu sebagai wujud kepercayaanmu terhadapku.
Sakinah, kehilangan memang tidak pernah mudah. Tidak akan pernah. Tapi, ketika kita kehilangan, maka sesuatu yang lebih baik akan datang. Kau hanya harus percaya. Sebab, ketika kau berhenti percaya, maka perjuanganmu juga akan berhenti disitu.
Jangan jatuh sebab kehilangan, Ayahmu pun akan marah jika melihatmu seperti itu. Tetap semangat. Masih banyak mimpi yang harus kau perjuangkan. Mimpimu, mimpi kita, dan mimpi - mimpi manusia lainnya. Kamu hebat, percayalah.
Sekali lagi, jangan terpuruk. Banyak bahagia yang harus kamu syukuri. Banyak mata, yang ingin melihatmu menggenggam dunia.
Jadi untuk Adikku Awalia Nur Sakinah, semangat!!!! Jangan pernah menyerah terhadap mimpimu yhaaa!!! Juga, ceritalah jika kamu jenuh. Aku siap aku siap! *alaalaspongebob.wkwk
Untuk segala kebersamaan yang menghangatkan hati, tetap semangat Adikku*eaa.
Diselesaikan di Ummul Mukminin, 18 Februari 2018. Untuk Sakinah, yang jauhhh lebih hebat dibanding kakak Ame'.
Sudah diterbitkan, lalu ku arsip, dan kemudian kuterbitkan lagi.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.