Pahlawan Tanpa Rasa Takut

September 24, 2019
Kepada pahlawan-pahlawan demokrasi yang berdiri dengan gagahnya tanpa rasa takut.

Hari ini -24 September 2019, biar membekas dan terukir pada peradaban. Nyata adanya tangan-tangan perpanjangan rakyat yang meriah dan bergemuruh. Bahwa pada Indonesia kita, masih banyak  rasa cinta untuk menumpahkan darah dalam memperjuangkan argumen, menyemangatkan keadilan, dan menjadi suara bagi yang tidak tersuarakan.

Hari ini, kulihat bahwa begitu banyak 'peduli' yang berkobar, argumen keadilan tak berhenti diteriakkan yang bahkan semesta pun sudah paham, langit pun sudah hafal betul. Maka tak perlulah kujabarkan apa yang sedang mereka perjuangkan, sebab siapapun tahu, tujuan kita sama; sama-sama memperjuangkan cinta dan cita yang kita cita-citakan untuk Indonesia.

Energi hingga emosi, turut memeriahkan jalan. Memeluk jiwa-jiwa yang sedang berusaha melawan ketakutannya dalam intensitas yang tidak main-main. Bersiap untuk segala kemungkinan yang boleh jadi fatal. Bukan main, tidak sedikit yang turut melancarkan aksi, melainkan pada seluruh belahan Indonesia kita. Berkemul dalam satu langit yang bernama demonstrasi. Bergelut tanpa rasa takut di pusat kota, dari Bumi Andalas hingga ke kaki-kaki langit, Papua.

Juga, tak terbilang ketulusan yang membekali perjuangan para demostran. Air gratis, buah gratis, makanan gratis, bahkan di Kotaku, ada pemberian pasta gigi secara cuma-cuma sebagai bekal mengatasi 'gas air mata'. Luar biasa dan membuat merinding berkali-kali.

Maka pada malam ini, biarlah aku dengan segala kekerdilanku menyampaikan rasa terima kasihku dengan sangat, melangitkan harapan yang sudah sepatutnya kuselipkan dalam do'a-do'a yang kukirim. Untuk kamu dan siapapun yang turut berperan memeluk jalan, melancarkan aksi dengan tujuan baik.

Semoga, segala keselamatan juga keberkahan mengalir dalam tiap langkah yang sedang kau perjuangkan. Hati-hati ya!. Tetap kawal demo ini dengan baik. Aku tahu, kamu capek, marah, kecewa, kesal, dan segala perasaan-perasaan yang sedang berkecamuk lainnya. Semoga kobaran api dan lemparan batu anarkis tidak menjatuhkan semangatmu. Juga semoga, sejarah baru hari ini, menjadi peringatan bahwa tidak main-main perlawanan rakyat dalam memperjuangkan hal yang sudah sepatutnya. Panjang umur perjuangan.

Dariku yang menulis ini disertai perasaan merinding dan khawatir paling serius.
Sekali lagi, panjang umur perjuangan.

Pahlawan-pahlawan tanpa rasa takut.
Source;google

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.