Mintalah Pada Allah
Akhir-akhir ini, aku memiliki sesuatu yang teramat kuinginkan. Biarlah kurahasiakan apa sesuatu itu, sebab nampaknya aku masih sangat tidak mumpuni atas sesuatu yang teramat kuinginkan itu. Sudah jauh tertinggal, minim usaha, malas do'a lagi.. umm, manabisa dikabulkan. Tapi atas pendeklarasianku yang kuat, aku masih saja menginginkan sesuatu itu. Bahkan memelas kepada Ibuk maupun Bapak agar dibantu dan didoakan biar bisa kumiliki sesuatu itu, sesegera mungkin.
Sebenarnya, aku malu sekali pada Ibuk dan Bapak. Dengan usia yang tidak lagi anak-anak, aku masih dengan mantap mendikte segala inginku, menuntut apabila tidak dituruti. Tapi apalah daya perempuan sepertiku yang di usia 21nya masih saja berkutat pada mimpi-mimpinya sendiri dengan catatan bahwa masih ada orang tua yang akan turut andil mewujudkannya satu demi satu.
"Kalau Indah punya keinginan yang teramat diinginkan, mintalah pada Allah."
Begitulah nasehat Bapak selalu, ketika aku meminta sesuatu hal, bahkan pada hal-hal yang remeh sekalipun. Sebenarnya aku sudah hafal betul kalimat Bapak yang itu saat meminta sesuatu. Hanya saja, aku merasa belum mampu mengandalkan Allah saat meminta sesuatu. Sebab saat meminta sesuatu, aku akan teramat sangat memohon cuma kepada Bapak, tidak memaksimalkan permohonan dalam memintanya pada Allah. Ah, dasar aku. Padahal aku masih ingat akhir tahun lalu saat Bapak menolak mentah-mentah proposal yang kuajukan terkait IELTS test, sampai-sampai aku sesenggukan meminta pada Allah agar dicukupkan uang IELTS test yang nominalnya tidak sedikit itu. Dan Alhamdulillah.. Allah kabulkan itu. Entah masih desember ataukah sudah awal tahun, Bapak memberiku jumlah yang tidak sedikit itu.
Ah bukankah Rasulullah pun meminta Allah agar salah satu dari dua Umar yang paling berpengaruh kala itu biar dilembutkan hatinya dan memeluk Islam? Pun dalam banyak riwayat, tak terhitung berapa banyak do'a yang Ibrahim larungkan agar Allah beri keturunan, dan lihat? Lahirlah Ismail sebagai jawabannya. Sedang Ali? Adakah pernah dirinya bosan meminta Allah agar dibersamakan dengan Fatimah? Sekiranya Ali setengah-setengah dalam meminta, maka tidak kita jumpai kisah cintanya dalam sejarah yang begitu fenomenal.
Sungguh, dalam keinginan memiliki sesuatu, mintalah pada Allah. Adukan kepada yang Maha Pemilik segalanya. Apalah arti duduk, bersimpuh, lalu memohon sedalam-dalamnya? Cukup kita lakukan sesering-seringnya, seumpama Ali. Sebagaimana Ibrahim. Seperti Muhammad. Sungguh, laa yaruddul qadaro Illadduaa'. Tidak ada yang dapat merubah takdir kecuali do'a. Apalagi jika hanya berbicara perkara keinginan.
O, Allah. Terima Kasih untuk kebaikan yang senantiasa Kauberikan bertubi-tubi. Dekap aku untuk selalu mengindahkan nasihat Bapak, bahwa sebenar-benar tempat untuk meminta.. hanyalah kepadaMu.
21 Rabiul Awal 1442 H.

Tidak ada komentar: