Selamat Hari Emansipasi~
Sudah jelas bagi masyarakat Indonesia, bahwa 21 April selalu diperingati sebagai perayaan Hari (Lahir) Kartini. Sosok perempuan anutan lantaran perannya yang begitu berjasa atas per-emansipasi-an di Bumi Nusantara ini. Utamanya bagi hak-hak perempuan. Beliau, dikenal dengan pemikirannya yang mendobrak kultur masyarakat saat itu, bahwa perempuan tidak berhak BERPENDIDIKAN. Dan karenanya, dogma-dogma yang memarginalkan perempuan bisa diberantas dengan apik. Meskipun masih tabu sih, hehe.
Aku pernah menulis tentang emansipasi, 2018 lalu. Bisa dicek di sorotan instagramku sih kalau masih kepo mau baca, wkwk. Kalu dulu aku sepakat bahwa perempuan adalah sasaran utama atas emansipasi, maka aku akan merevisi sedikit pandanganku itu. Sebab, nyatanya (ber)emansipasi adalah kewajiban bagi perempuan maupun laki-laki. Bukan untuk merendahkan perempuan, apalagi menghinakannya. hanya saja, patriarki yang membuat kita menggebu-gebukan sepak terjang emansipasi yang dikhususkan untuk perempuan.
Tapi coba deh dipikir-pikir lagi..
Hadirnya Hawa, adalah untuk melepas kesendirian Adam. Artinya, perempuan berperan untuk membebaskan lelaki dari kesepiannya. Selanjutnya, perempuan juga berperan untuk memperjuangkan bahtera rumah tangga lelaki, dalam hal domestik misalnya, semua mampu dikerjakan perempuan dalam kesehariannya. Belum lagi, peran perempuan sebagai pendukung utama atas mimpi-mimpi laki-laki. Memiliki keturunan, dalam keluarga, dalam karir, dan dalam kesemuanya. Semua mampu dilakukannya.
Ah, jika emansipasi hanyalah tentang kesamaan hak, maka perempuan sudah patut dijadikan teladan atas itu. Bagaimana peran multitakingnya mampu ia hidupkan dalam sulit sekalipun. Karena itu, sesuai arti harfiahnya, justru lelaki-lah barangkali yang membutuhkan emansipasi itu. Sebab, ia harus mampu membebaskan diri dari anggapan superiornya bahwa perempuan adalah makhluk lemah dan tiada daya. Mereka (laki-laki), harus mampu meredam segala bentuk ego dirinya bahwa perempuan harus bergantung padanya. Sebab, emansipasi hadir bukan untuk memerdekakan hak-hak perempuan. Melainkan untuk menguatkan bahwa perempuan itu pada dasarnya adalah makhluk yang sudah kuat, mandiri, dan berdaya sedari awal. Kultur masyarakat kita yang melebur semua itu dan menomor-duakan posisi perempuan.
Mengutip definisi dari KBBI V, bahwa emansipasi adalah pembebasan dari perbudakan. maka pada akhirnya.. emansipasi bukan tentang perlawanan perempuan kepada laki-laki. Sebab, emansipasi adalah tentang membebaskan diri dari apapun yang membelenggu, yang memperbudak, juga yang membodohkan. Baik itu dalam ranah keterbatasan pikir, kesamaan hak, standarisasi masyarakat, dan segala hal yang kiranya menghinakan. Laki-laki, maupun perempuan. Karena peran apapun yang sedang kita jalani, kebermanfaatan menuju kebahagiaan kolektif adalah tujuan dari emansipasi itu sendiri. Jadi, selamat hari Kartini, ya! Semangat beremansipasi!
![]() |
| I apologize for choosing this one to be Kartini's wkwk xD |
Makassar, 9 Ramadan 1442 H. (210421)


Tidak ada komentar: