Bagian dari Impian
Kalau kutanya, adakah kamu akan menjawab bahwa aku adalah bagian dari Impianmu?
Sebab rasa-rasanya, kita tidak lagi dalam koridor menuju impian yang sama. Kau sibuk dengan duniamu yang sedkit pun tidak kumengerti, sedang aku di sini merengkuh sisa-sisa impian yang masih bisa kuperjuangkan. Sendirian. Tidak lagi dalam kadar cerita yang biasa kita bagi, pun menyokong bahan bakar semangat tiada lagi kita lakukan.
Jadi kutanya sekali lagi, adakah aku masih menjadi bagian dari Impianmu?
Sebab tidak ada yang tidak berubah di dunia ini, sekalipun impian. Dan kita terus bertumbuh menuju hal-hal yang mendewasakan. Adakah dalam kedewasaanmu masih mengharap aku sebagai tempat untuk pulang? Atau jangn-jangan tak ada lagi aku dalam sisa-sisa doa yang biasa kau larungkan.
Untuk terakhir kalinya, aku bertanya...
Apakah aku masih tetap menjadi bagian dari Impianmu?

Tidak ada komentar: