Semangat Berjuang Menuju Impian!
Bismillah, Assalamu'alaikum!
Been really longtime, yaa! Jangankan berumah-tangga sebagaimana yang kukira akan mengurung perempuan dari mimbar publiknya. Berkarir pun ternyata bisa juga menyempitkan langkah perempuan untuk bergelut di ruang publik dan membesarkan suaranya. Eh, atau hanya aku saja yang merasa demikian?
Entahlah, sedikit curhat yaa~
Sepanjang 2023 ini, aku amat-sangat merasa bahwa waktu adalah hal yang paling berharga yang kamu berikan kepada orang lain. Bayangkan di tengah-tengah prioritasmu akan mimpi dan cita-cita, dan kamu masih menyempatkan untuk menyambung titik dengannya! Oh betapa~
Yap, kerap kali menyesakkan ingin melakukan banyak hal tapi terjebak di kesibukan mencari cuan, membangun karir, hingga tidak sadar merobotkan diri sendiri. Dewasa ternyata semelelahkan itu, yaa. Bahkan rasanya hidup hanya sekedar kerja, kerja, dan kerja. Apakah itulah gunanya sekolah untuk memilih kerjaan yang paling mengenakkan? Tapii, tapii.. adakah pekerjaan yang benar-benar tidak sulit?
Bahkan, 24 jam dalam sehari terasa seperti kurang. Sebutlah 8 jam aku di kantor, 8 jam aku tidur, 3 jam aku makan dan ibadah.. dan 5 jam sisa inilah yang harus kubagi-bagi untuk mencukupkan aktivitasku meski hanya sekadar baca buku (yaampun manaada aku pernah baca buku lagi), dengar musik, nonton film, cerita bareng Ibu, mencuci, membersihkan, dan yaa.. bagaimana mungkin seorang wanita karir dan Ibu rumah tangga bisa sebegitu kuatnya menjalani hari-hari hanya 24 jam untuk keluarga, rumah, dan karirnyaa. OMG SULID SEKALII. Adakah mereka bisa berpikir untuk dirinya sendiri??
Been really longtime, yaa! Jangankan berumah-tangga sebagaimana yang kukira akan mengurung perempuan dari mimbar publiknya. Berkarir pun ternyata bisa juga menyempitkan langkah perempuan untuk bergelut di ruang publik dan membesarkan suaranya. Eh, atau hanya aku saja yang merasa demikian?
Entahlah, sedikit curhat yaa~
Sepanjang 2023 ini, aku amat-sangat merasa bahwa waktu adalah hal yang paling berharga yang kamu berikan kepada orang lain. Bayangkan di tengah-tengah prioritasmu akan mimpi dan cita-cita, dan kamu masih menyempatkan untuk menyambung titik dengannya! Oh betapa~
Yap, kerap kali menyesakkan ingin melakukan banyak hal tapi terjebak di kesibukan mencari cuan, membangun karir, hingga tidak sadar merobotkan diri sendiri. Dewasa ternyata semelelahkan itu, yaa. Bahkan rasanya hidup hanya sekedar kerja, kerja, dan kerja. Apakah itulah gunanya sekolah untuk memilih kerjaan yang paling mengenakkan? Tapii, tapii.. adakah pekerjaan yang benar-benar tidak sulit?
Bahkan, 24 jam dalam sehari terasa seperti kurang. Sebutlah 8 jam aku di kantor, 8 jam aku tidur, 3 jam aku makan dan ibadah.. dan 5 jam sisa inilah yang harus kubagi-bagi untuk mencukupkan aktivitasku meski hanya sekadar baca buku (yaampun manaada aku pernah baca buku lagi), dengar musik, nonton film, cerita bareng Ibu, mencuci, membersihkan, dan yaa.. bagaimana mungkin seorang wanita karir dan Ibu rumah tangga bisa sebegitu kuatnya menjalani hari-hari hanya 24 jam untuk keluarga, rumah, dan karirnyaa. OMG SULID SEKALII. Adakah mereka bisa berpikir untuk dirinya sendiri??
Sebab kuakui, aku sangatlah lelah menjadi dewasa. Haruskah, haruskah aku berhenti menjadi dewasa saja? Hmm, tapi katanya.. coba kamu jadikan hidupmu penuh dengan impian. Biar yang kamu lakukan, menjadi langkah untuk goals selanjutnya. Sebab, bukan tentang seberapa cepat kita bisa menuntas perjalanan, atau menakluk perkara. Tapi tentang seberapa sering kesulitan dijadikan teman dalam bertumbuh.
Bukankah, bukankah mental yang kuat terbentuk dari segala pengalaman tidak mengenakkan yang pernah dialami? Untuk itu, selamat bertumbuh semuanya! SELAMAT BERJUANG MENUJU IMPIAN. ALLAH YUSAHHILUK, INSYAALLAH!!!
![]() |
| Yass, isn't always what it seems. Just, break a leg! |


Tidak ada komentar: