Api dalam Sekam~
Kehidupanku saat ini, rasanya seperti api dalam sekam.
Ibarat ke kanan jurang,dan pilih kiri justru menemu laut.
Sama-sama buntu, tapi layakkah menyerah dijadikan ujung?
Atau, mesti berbalik arah untuk menjumpa nyaman?
Atau, mesti berbalik arah untuk menjumpa nyaman?
Oktober 2023, banyak sekali direnda dengan hal-hal tabu bagi diri.
Cerita baru, jalinan temu, hingga barangkali juga banyak terselip rayu yang menjemukan.
Cerita baru, jalinan temu, hingga barangkali juga banyak terselip rayu yang menjemukan.
Akankah salah satunya membuka jalan karir, petualangan baru, bahkan cinta (?),
ataukah sekadar untuk tahu-menahu saja(?), entahlah~
Alhamdulillahi' bini'matihi tatimmusshaalihaat, alhamdulillahi 'alaa kulli haaliin.
Tapi, bagaimanapun kondisinya.. hendaknya syukur dilarungkan senantiasa.
Sebenarnya, kaku sekali jari-jari ini hendak menulis apa.
Kepala juga sudah buntu mengalirkan ide untuk didialogkan. Macet.
Ah, soal diksi-diksi itu? Terbenam sudah entah kemana~
Padahal kala lalu lalangnya menyapa, tiada sempat kuikat mereka,
Padahal kala lalu lalangnya menyapa, tiada sempat kuikat mereka,
hingga beginilah jadinya.
Barangkali mungkin beginilah kesibukan membenamkan dari apa-apa yang dicinta,
hingga yang dibutuhkanlah yang bisa bersuara lantang mengambil tempat.
Jadi, meskipun api dalam sekam membuatmu buntu hendak apa dan kemana,
pastikan saja bahwa kobarannya mampu menyerukan kembali semangat yang sudah mati itu.
hingga yang dibutuhkanlah yang bisa bersuara lantang mengambil tempat.
Jadi, meskipun api dalam sekam membuatmu buntu hendak apa dan kemana,
pastikan saja bahwa kobarannya mampu menyerukan kembali semangat yang sudah mati itu.
Ditulis akhir oktober 2023, diedit, lalu diunggah setelah lama bersemayam di draft~

Tidak ada komentar: