Pertanyaan konyolmu

Juni 20, 2016
00.34, dimana imajinasiku membuncah ingin menyusun kalimat - kalimat menyenangkan bagi hatiku. Memainkan jari, kemudian tersenyum mengingat 'konyol' yang selalu kau perbuat.
.
Suatu ketika, kau bertanya mengenai 'ada'. "Kau tahu apa itu ada Indah?" Tanyamu. "Ada, sesuatu yang bisa kau lihat." Jawabku. "Jadi kau hanya menilai ada dari sesuatu yang bisa kau lihat?" Tukasmu lagi. "Maksudmu?" Aku bertanya. "Bagaimana kau bisa menilai bahwa 'ada' adalah sesuatu yang terlihat, lantas bagaimana dengan 'perasaan'?" Tanyamu lagi.
.
Kau meruntuhkan pertahananku. Jujur, saat itu aku malu. Mengingat betapa aku betul - betul bodoh.
"Ada, sesuatu yang kau yakini, bahkan ketika kau tidak melihatnya. Cukup dengan kau yakini bahwa ia ada. Seperti perasaanku, untukmu." Lanjutnya.
Ah kisah itu. Kemudian aku juga ingat saat pertama kau menanyakan mengenai namaku.
Kala itu...
"Hey, dari ketiga nama bekenmu, yang manakah yang paling kau sukai?" Tanyamu.
"Indah. Aku paling suka dipanggil Indah." Jawabku.
"Mengapa, bukannya Ame' adalah nama istimewamu?. Tanyanya lagi.
"Baik, aku senang dipanggil Indah, terkesan anggun. Tapi Ame' juga istimewa, karena diberikan oleh orang - orang istimewa, sayangnya aku memberi pengecualian untuk nama itu, agar kelak ketika seseorang memanggilku 'Ame', maka aku tahu bahwa dia pasti teman se asramaku." Jawabku.
"Jadi kau senang dipanggil Indah saja?". Tanyanya kemudian.
"Iya. Panggil aku Indah." Jawabku kemudian.
"Iya Indah, kau adalah Indah. Indahku."
Aku tersenyum. Menyemogakan kata terakhir yang kau sebut, Indahmu.
Untukmu, yang selalu terpotret dalam imaji. Kau adalah yang selalu kusemogakan. Ku aminkan dalan setiap do'aku.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.