Setahun yang Melelahkan.

Februari 08, 2017
Hari ini, tepat setelah tahun terakhir yang begitu melelahkan. Tahun  terakhir yang terasa begitu panjang setelah tanggung jawab dijatuhkan di atas bahu yang masih rawan. Tanggung jawab yang betul - betul membombardir kehidupanku setahun terakhir.

Setahun terakhir, amanah itu benar - benar menjungkir balikkan duniaku, meleburkan garis lurus pada mataku setiap harinya. Kau pasti tau, saat ceria, maka matamu akan terlihat seperti membentuk garis saat kau mebentuk senyum. Senyumku benar - benar lebur digantikan khawatir yang berkepanjangan.

Setahun terakhir, aku memasuki zona terberat dalam 6 tahun terbaik dalam hidupku. Dimana tangisku tidak dapat kubendung, dimana khawatirku seperti bertebaran dimana - mana. Bagaimana tidak? Aku sadar, aku bukan nahkoda terbaik. Aku juga bukan pilot terhandal. Aku hanya gadis biasa - bisa saja yang kebetulan jatuh cinta pada hal - hal yang mereka sebut sebagai "kelayakan sseorang pemimpin". 

Aku jatuh cinta pada hal - hal yang disebut interaksi sosial. Aku senang memiliki banyak teman di seluruh pelosok tanah air, siapa yang tidak?. Lantas, itu tidak mutlak harus disebut sebagai kelayakan yang mereka maksud. Aku jatuh cinta pada kesibukan. Tahu? Aku suka sibuk, agar aku tidak membuang - buang waktuku secara percuma. Hidup terlalu berharga jika hanya untuk dibuang - buang. Jika cerdas dan ibadah yang mereka maksudkan, maka mereka salah/ Sekali lagi kukatakan, aku hanya gadis biasa - biasa saja, aku bukan yang terbaik, hanya kebetulan aku jatuh cinta pada hal yang mereka sebut kelayakan. Aku bukan gadis yang tercerdas, juga bukan gadis yang shalat malamnya tidak pernah alfa.
Setahun terakhir benar - benar berat. Percaya diriku luntur bak pakaian merah yang terendam dalam pemutih. Merahnya luntur bersama air yang kemudian kau buang, dan pakaiannya menjadi merah muda- menjadikan merah muda menjadi warna favoritku. Hidupku benar - benar ambruadul, tak tahu langkah apa yang harus ku ambil.

Setahun terakhir, membunuh tiap kuat yang kujaga setiap harinya, mengikis pelan - pelan asa yang kubangun tiap detiknya, menggagalkan rencana - rencana yang sudah kususun sedemikian rupa. Benar - benar kejam, saat aku harus mengubah haluan rencana.

Ahh, setahun terakhir benar benar berat.  Menciptakan sakit baru, yang sampai detik ini masih terasa. Setahun terakhir yang menjadikanku mudah sakit.

Tahu? Beban fikiranku bertambah, sering menangis tengah malam.

Hari ini, tepat setahun setelah tahun yang begitu panjang. Tahun yang tidak pernah ku imajinasikan akan begini jadinya. Tahun yang mengubah haluanku.

Ini sudah satu tahun berlalu.

Toh aku berhasil melewatinya dengan baik -walau sampai saat ini, perasaanku tidak pernah baik - baik lagi, aku bahagia. Banyak hal berharga yang tidak pernah bisa kutukar. Bertemu teman - teman Ketua OSIS se-Indonesia, lebih dekat dengan anak - anak Kota Makassar, dan yang paling berkesan; aku seperti ulat yang sudah bermetamorfosis menjadi kupu - kupu.

Toh aku masih baik - baik saja. Dan akan berusaha untuk tetap dan selalu baik - baik saja.
Satu tahun yang melelahkan, namun berharga.

Untuk teman yang saya sebut tim,
Terima kasih untuk satu tahun yang terasa begitu panjang. Satu tahun yang melelahkan. Terima kasih, untuk perjuangan, untuk kenangan, dan terlebih untuk cinta yang telah kita bagi bersama.

Makassar, 02 Februari 2017.
Ketuamu,                 



Indah Amaliah as known as 'Ame'
 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.