Sesederhana Didengarkan dan Mendengarkan

Juni 13, 2019
(Taken by Samsung J3Pro)
Aku paling merasa dihargai ketika berbicara tentang mimpi (mimpiku), tanpa dijeda, disanggah, dipotong, dan segala hal-hal memuakkan lainnya yang membuat ceritaku berhenti. Berlaku juga ketika aku berbicara tentang centangan-centangan mana saja yang sudah berhasil kuperjuangkan. 

Saat kamu bercerita tentang mimpi-mimpimu, maka disitulah mungkin letak debarku yang paling menggelegar. Saat kau percaya bahwa selain do'a dan tulisan, ada aku yang bisa kau jadikan ruang untuk mendengarkan mimpimu yang mungkin saja mustahil, cita-citamu yang bisajadi ketinggian, serta harapanmu yang tidak biasa-biasa saja.

Hingga pada masa dimana lidahku kelu membicarakan mimpi, saat anganku sudah tak lagi mampu menuju angkasa, serta kakiku yang tak lagi sanggup menaklukkan ujung semesta. Biar kita sudahi, kita wariskan. Lalu kita bagi, ba
hwa;
                         sesederhana didengarkan dan mendengarkan
                         sesederhana bercerita tentang mimpi, dunia bisa kita taklukkan bersama.

Pada kamu yang seperti itu, akan kubiarkan hatiku berlabuh. Menetap dan melangkah bersama.
Diberdayakan oleh Blogger.