Perihal Menjamu Tamu
Menyenangkan apabila didatangi tamu yang membawa bahagia, menawarkan kebahagiaan-berlipat apabila dijamu dengan baik. Setidak-tidaknya, berusaha menjadi tuan rumah yang baik adalah yang seharusnya -memuliakan, menyediakan yang terbaik, serta melayani sepenuh hati.
Jika itu adalah sebuah kewajiban bagi seorang tuan rumah, lantas bagaimana posisi seseorang jika tidak bisa menjamu tamunya sebaik mungkin? Sebab pada masa ini, aku sedang dalam tahap tidak ingin menjamu siapapun. Tidak ingin membukakan pintu pada siapa saja yang hendak membawa bahagia.
Aku, sedang dalam fase seberusaha mungkin tidak ingin terlibat percakapan-percakapan basa-basi antara tuan rumah dengan tamunya. Juga tidak ingin bertemu pisah saat tamuku hendak pamit. Atau bahkan, saat tamuku tidak pamit sama sekali.
Maka pada malam ini saat kamu hendak mengetuk pintu dan menjadi tamuku, berbaliklah pada hari yang lain. Sebab aku sedang tidak ingin menjamu tamu. Barangkali, pada datangmu di lain hari, bisa kudapati keseriusanmu meluluhkan keras kepalaku.
Aku, sedang dalam fase seberusaha mungkin tidak ingin terlibat percakapan-percakapan basa-basi antara tuan rumah dengan tamunya. Juga tidak ingin bertemu pisah saat tamuku hendak pamit. Atau bahkan, saat tamuku tidak pamit sama sekali.
Maka pada malam ini saat kamu hendak mengetuk pintu dan menjadi tamuku, berbaliklah pada hari yang lain. Sebab aku sedang tidak ingin menjamu tamu. Barangkali, pada datangmu di lain hari, bisa kudapati keseriusanmu meluluhkan keras kepalaku.
![]() |
| Source : Google |


Tidak ada komentar: