Ramadan Kareem

Mei 24, 2020
Source : Google
Ramadan kali ini, terima kasih sudah berlalu dengan sangat menawan. Mulai dari tulisan 30 hari yang berhasil kutuntaskan meski aku merasa seperti digentayangi akibat pertapaan ide-ide, ibadah yang kurasai meningkat betul dari tahun-tahun sebelumnya. Serta, kepekaan sosial yang mulai kupupuk sedikit-sedikit. Ahh, Ramadan kali ini benar-benar mencuri hatiku.

Biasanya, aku tidak pernah sebegitu mendamba Ramadan. Tapi kali ini, aku seakan-akan menantinya. Membuat tagar khusus di whatsapp #MenantiRamadan. Selepas sya'ban menutup purnamanya dengan sempurna, aku begitu semangat mengejar keterbaikan, berbenah.

Ibuku kaget sekali, aku tidak pernah menggilai Ramadan seperti ini. Mulai dari sahurku yang tidak lagi dibangunkan, subuhku yang tidak pernah alfa di masjid, magrib serta tarwih yang tidak bolong ke masjid. Menghidupkan Rawatib, Dhuha, Lail, Infaq. Ahh, masyaAllah sekali Ramadanku kali ini. Terima Kasih sudah berjuang keras diri.

Dan aku menemukan sahabat-sahabat shalihah. Yang akan terus memacuku melakukan kebaikan-kebaikan itu. Memaksa ke masjid saat mager melanda, mengingatkan tadarrus sudah sejauh apa -sebab sudah kubilang kepada mereka bahwa targetku adalah 2 juz, ingatkan aku. Pun perihal tulisan-tulisanku terkait #MantraRamadan, mereka tanyakannya aku setiap hari apakah sudah kuunggah atau belum. Aallah yubaarik gais. Terharu sekali aku jika mengingat setiap detiknya. Semoga dengan atau tanpa ramadan, kebaikan itu terus kita upayakan.
Ranadan Mubarak - Aidil Mubarak

Ketika magrib lepas dan takbir bergema, aku seketika merasakan getaran hebat dan mulai menangis. Kawanku Aisyah, tangisnya lebih parah, bercucuran. Entahlah, Ramadan di tengah pandemi seperti ini memiliki magnet-magnet buatku tersendiri. Tidak akan lagi ada tarawih, harus menunggu 11 purnama lagi untuknya.

Sebenarnya aku bingung sekali harus membahas apa, kemarin saat semuanya tersusun rapi di otak akan menulis apa, sayang tidak segera kucatat dan kuabadikan dengan apik. Hilanglah semua ide yang akan kutulis disini. Mulai dari Ramadan tanpa mesjid, sampai kegiatan hari raya.

Intinya, terima kasih sudah berkenan memberikanku Ramadan yang Luar biasa, yaa Muqollabal Quluub. Ramadan ini menjadi pembenahan buatku. Jadikan aku bisa bertemu dengan Ramadan di tahun-tahun selanjutnya, dengan kondisi semangat dan iman yang semakin meningkat.

Ramadan, terima kasih sudah berlalu dengan sangat menawan buatku. Kamu mulia dan selalu istimewa buatku, semoga akan begitu terus kedepannya. Yang kuat yaa diri! 11 Purnama berikutnya akan sangat melelahkan untuk bertemu Ramadan. Semangat!

2 Syawal 1441 H/25 Mei 2020 M.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.