Curhatan Masa Pandemi(ku)

Juli 14, 2020
Assalamu'alaikum! Haiiiiiii Gaissss!!!

Setelah hengkang sekian lama dari (mengunggah hasil pikiran, curahan-hati, dan lain-lain lewat) dunia tulis-menulis, aku rasa -entahlah, aku merindukan saat-saat merangkai kata. Aku kira selamanya akan mampu menjaga diri dengan jiwa-jiwa intelektual saat pandemi menyerang, nyatanya aku kalah juga. #dirumahaja benar-benar sangat amat membosankan, butuh upaya, modal, dan tekad yang sangat amat besar agar tidak terjerumus dalam lembah-lembah kemalasan. (Ciaaaat!!! WKWK) Smartphone-ku bahkan sempat rusak yang menyebabkanku kehilangan semua  relasi yang kiranya sudah lebih dari 600 kontak, termasuk kontakmu huhu. (Text me your number di dm instagram, WA, dan lain-lain untuk setidaknya saling menyambung cerita, atau paling tidak.. setidaknya aku bisa melihat kabarmu lewat story-story yang kamu unggah. YA?). Aku juga kehilangan semua potret-potret kebersamaan, video-video menggemaskan, dan parahnya.. catatan-catatanku semuanya hilang, utamanya catatan keuanganku, catatan garis besar keseharianku apabila tidak sempat menulis di laptop maupun buku. Dan itu semua adalah cacatanku sejak 2017. Huhuuu sedihh sekali aku dibuatnya.

Baiklah, mari berikhlas-ria. Sebab, kapasitas memiliki itu harus sama rata dengan kapasitas mengikhlaskan. Kan?

Oke, sejak awal #dirumahaja aku tentunya seberusaha mungkin untuk meminimalisir kemalasan-kemalasan yang menyergap. Aku (seberupaya mungkin untuk ikut) kursus daring, dialog-dialog bermanfaat, menulis, membaca, dan merasa.. namun nyatanya.. tidak semudah itu Ferguso. Aku kalap dimakan waktu. Membosankan sekali melakukan siklus itu terus menerus secara berulang. Capek. Maka pelan-pelan, kemalasan itu menyekapku dalam kubangan. Dan sejak awal juni, aku memantapkan diri bergelut dengan dunia perdrama-koreaan, yang aku kira sudah pensiun sejak awal 2019 lalu. Alhasil, pada laman explore instagramku, hanya berisi rentetan informasi tentang negara KORIYAH!. Sungguh sia-sia pikirku. 

Ini sebenarnya memperparah ketertinggalanku dalam berjalan menggapai mimpi-mimpiku, tujuanku  bahkan kuselip di lembar belakang. Tunda terus, tunda dulu, selesai pandemi, dan kalimat pemakluman-pemakluman lain yang semakin membenarkan ketertinggalanku. Ah, frustasi sendiri akuuuu. Jerawatku bahkan menyelip ingin eksis disela-sela aku menikmati kehidupanku bersama drama koriyah. Yang paling parah, semangatku menyusun amanah akademik (baca skripsi), raib saat judulku sudah dapat surat sah untuk dilanjutkan. Ahh malasnya diri melanjutkannya.

Aku bukan mempermasalahkan ketidak-bolehan nontonnya.. hanya saja, aku berjam-jam dengannya dalam sehari. Rasanyaa... aku akan mati jika tidak segera melanjutkan nontonnya selepas ibadah. Ahh lucuk juga yaa wkwk. Pokoknya, akhir-akhir ini aku merasa tidak produktif sekali. Tapi kembali pertanyaan-pertanyaan aneh muncul pada diri, apa memang kita harus memaksa diri untuk produktif? Agar apa?. Ahh, sepertinya hustle culture sedang membudaya dimana-mana agar kita terus menjaga semangat produktivitas. Padahal mungkin, barangkali dengan menontonnya aku drama-drama ini.. aku sedang mengambil jeda untuk kemudian berlari sekencang-kencangnya lagi. Semoga ya!.

Intinya, rehat-rehatlah sejenak diri. Tidak masalah terlambat dalam mengejar impian, yang jelas semangat terus dijaga, dan juga istirahat itu perlu. Agar, impian-impian itu senantiasa terawat kejelasannya. Istirahat, pertanda bahwa tubuh pun perlu dihadiahi jatah libur, biar impian-impian itu direvisi kembali.

Dengan pandemi ini, bumi istirahat.. kamu pun istirahat. Tapi jangan keasyikan, ya?
Dan sebagai gantinya, semoga aku mampu menyelesaikan review-review drama Korea yang sudah kulist sebagai wujud ketidak sia-siaanku 2 bulan ini dalam mengistirahatkan diri. Biar jadi bahan untuk kalian yang ingin beristirahat dari hiruk pikuk hustle culture yang sedang membudaya.

Intinya, tetap semangat..

Dan ohya!. Aku sama sekali tidak menggendut di masa ini. Meski 2/3 orang yang kutemui mengatakan aku gendutan, sesungguhnya yang semakin makmur hanyalah pipiku, semakin imut dan menggemaskan. HAHAHA. Tubuhku tidak melakukan pertumbuhan kesamping, maupun ke atas. Begitu-begitu saja. Jadi, stop claiming me GENDUTAN, sensitif sekali bahas itu di masa pandemi ini HAHA.

Sekian curhatanku malam ini, meski sebenarnya ada banyak sekali yang mau kuceritakan melebihi basa-basi ini. Tentang sistem daring dan masa depan Indonesia, tentang LGBT yang sedang marak-maraknya, tentang hatiku yang masih terus saja kukunci untukmu, eh?.

Ahh, intinya banyak sekali.. hanya saja.. kuselesaikan saja dulu drama-dramaku. Ya? Semoga besok-besok bisa kutulis lebih banyak lagi. Terima Kasih sudah berkenan membaca sampai akhir, tinggalkan penanda, ya? Biar aku merasa bahwa kau menunggu cerita selanjutnya tentangku. Biar aku merasa... bahwa ceritaku pandemiku ada yang suka, meski hanya obrolan ringan. Hehe.

Sekali lagi, terima Kasih!. Bonus foto
Bonus Foto Bukti ketidakgendutanku tapi kechubbian pipiku dan aku yang masih kangen jalan-jalan, meski waktu itu sudah sangat nekat pergi jalan-jalan.

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.