Catatan Singkat 25 Oktober~

Oktober 24, 2020

Menghitung dua purnama lagi, gerbang 2020 akan menggenapkan revolusinya. Tetiba, segala apa yang kiranya menjadi rencana awal tahun kembali bergejolak laksana alarm yang mengingatkan akan jadwal-jadwal yang sudah diatur. Membuka catatan awal tahun, nyatanya ada banyak sekali daftar yang masih rapi di atas buku. Belum ada wujudnya sama sekali. Tanah Piramida yang ingin kutuju, tidak membuka jembatan untuk menujunya. Negri Paman Sam yang kukira bisa kujejakkan kakiku diatasnya tahun ini, menolak mentah-mentah segala bentuk proposal yang sudah kukirimkan. Lagi dan lagi, alasannya sama, tersebab si mutan yang wajahnya kian hari semakin berubah lalu menutup banyak jalur untuk kesempatan menjelajahi bumi Allah. Apapun itu, prasangka baik harus senantiasa diprioritaskan. Sebab barangkali, barokah yang terselip sedang malu-malu menampakkan hadirnya. Maka mata yang jeli saja tidak cukup, perlu ada kelapangan hati dalam menerimanya.


Hari demi hari berlalu, pekan demi pekan, menyusul purnama demi purnama. Ah, ada banyak sekali hal mendewasakan tahun ini yang berhasil lewat, sadar ataupun tidak. Mengutip kalimat Ayah Majnun terhadap anaknya yang kian hari semakin menggila, bahwasanya kita harus bergerak, bergerak, dan bergerak. Karena selama hidupnya, manusia harus bergerak, dan begitulah seharusnya. Maka apapun yang terjadi, sekiranya pergerakan itu mengantar kepada yang lebih baik dan lebih memajukan,,, why not?. 


Bukankah amat disayangkan apabila imaji menjelajahi semesta hanya terkungkung pada satu kubangan halte wacana dan hanya menjejaki bagian sama yang dilewati lalu lalang manusia?


Karena itu, atas dasar mimpi, ambisi, cita-cita bahkan cinta.... semoga berkekalan segala semangat yang sudah dibangun atas catatan-catatan awal tahun. Sebab, bukanlah kobaran ego yang membahayakan. Melainkan apabila semangat yang telah redup dan tidak diasupi bahan bakar dalam perapian.


Menutup catatan ini, sebagai alarm akhir tahun yang sebentar lagi menyapa..., semoga Allah mampukan dan mudahkan segala apa yang sedang kita perjuangkan dalam melajui navigasi kehidupan. Intinya, tetap semangat dan menjaga ritme-ritme produktivitas itu. Pacu lagi, pacu terus. Ya?

Anggaplah alas-alas kaki ini kugambarkan sebagai sesuatu yang harus melakukan pergerakan, sebagai pemanis catatanku di atas hihi.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.