Berlayar Tanpa Peta

Desember 30, 2020

Sebagaimana kebanyakan manusia lainnya, awal tahun menjadi kewajiban buatku untuk menuangkan lists, target, dan hal-hal apa yang ingin kuraih. Dalam jangka pendek maupun panjang. Bukan apa-apa, hanya untuk menjaga bahwa aku tetap berjalan pada koridor-koridor yang sudah kucanang sedari awal. Untuk merawat mimpi-mimpiku.


Tapi tahun ini..., aku berterima kasih sekali pada pandemi.
Berkat pandemi, daftar inginku tahun ini hanya bisa kuceklis sedikit-sedikit. Lebih banyak kubiarkan begitu saja. Artinya, tidak banyak target yang berhasil kucapai dalam kurun dua belas purnama ini. Meski demikian, tetap saja.. tahun ini memberiku warna yang tidak biasa.


Ya, juga sebagaimana kebanyakan manusia lainnya yang menjungkir-balikkan, memutar, atau bahkan mengubah haluan untuk surviving di tahun ini atau Banting stir. Aku pun demikian. Sibuk menjalani aktivitas sebagaimana yang lainnya. Kuliah dari rumah, pertemuan online, berjam-jam di drama Korea, dan sederet hal lain yang kiranya harus dibuat secara di rumah aja. Apalagi kesempatan untuk rebahan terbuka lebar sekali, uhuk uhuk. Membuatku tak bergairah sama sekali untuk menjemput impian, sebutlah salah satunya amanah akademikku.


Sampai pada September kemarin, sesuatu yang sudah tidak kuingat menarikku kembali untuk menjadi bagian dari lingkarannya. Aku dipanggil untuk turut andil dalam Aktivitas Relawan Pendidikan. Dari yang awalnya cuma ikut-ikut, akhirnya turut serta mengambil peran sampai nyebrang pulau segala, hehe. Sesuatu yang benar-benar out of the box, di tahun yang penuh hikmah ini.


Aku ikut ke pelosok-pelosok untuk jadi kakak guru, meski sesekali jadi kuli. Bantu-bantu acara dengan sedikit kebisaan komunikasiku di depan publik.. dan yang paling mahal, aku mampu bertemu jejaring hebat yang lebih banyak lagi dan berproses lebih luas dari sekedar jika aku hanya fokus pada mimpi-mimpiku sebelumnya, barangkali. Semisal apabila hanya menuju mimpiku untuk segera menuntaskan amanah akademik di kampus. Ah, pengalaman.


Hingga akhirnya aku berani menyimpulkan bahwa tahun ini menjadi salah satu tahun terbaik buatku, sebab tahun ini tidak pernah kurencanakan akan sebegini jauhnya kakiku menaklukkan koordinat baru, lantaran pandemi yang tidak bersahabat. Hanya bergulir begitu saja kala rencanaku dibuyarkan realita. Kehilangan gairah menuju mimpi-mimpi.


Bisa dibilang, pandemi membuatku sadar bahwa berjalan tanpa tujuan tidak seburuk itu. Sebab kita tidak tahu kejutan apa yang sedang menanti. Maka 2020, terima kasih sudah menjadi perjalanan yang menyenangkan buatku.


Sebagaimana yang dikatakan Dalmi..
Terkadang.. Berlayar tanpa Peta adalah hal yang mengagumkan. Alhamdulillahi Bini'matihi Tatimmusshaalihaat, Terima kasih atas kesempatan luar biasanya, Allah.


17 Jumadil Awal 1442H/ 31 Desember 2020 M.


So, would you have a sail without a map with me?


1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.